Hukum Nun Sukun dan Tanwin

Membaca Al-Qur’an adalah amalan utama dalam mengisi waktu puasa di bulan Ramadhan. Banyak sekali komunitas atau kelompok belajar yang mengadakan tilawah Al-Qur’an bersama, dengan target khatam Al-Qur’an dalam jangka waktu tertentu. Ada yang satu kali selama Ramadhan, biasanya dinamakan One Day One Juz. Sistemnya adalah masing-masing orang membaca satu juz setiap hari hingga hari terakhir Ramadhan, yang artinya di hari ketiga puluh bacaan Al-Qur’an nya khatam. Ada pula program seminggu sekali khatam. Ada yang khatam dalam sepuluh hari, lima hari, dan lain sebagainya. Tentu kegiatan seperti ini sangatlah baik, ini adalah amalan yang bergengsi, bernilai tinggi, dan berpotensi menggandakan pahala orang yang puasa di bulan Ramadhan berlipat-lipat.

Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan dalam membaca Al-Qur’an, yaitu membaca dengan tajwid yang benar. Membaca Al-Qur’an itu ibarat membaca sebuah petunjuk, cerita, atau kalimat-kalimat yang penuh makna. Oleh karenanya setiap huruf harus dibaca dengan jelas, setiap kata harus dibaca dengan benar agar makna yang disampaikan setiap kalimat dari Al-Qur’an tetap utuh.

Ada banyak bagian-bagian dari tajwid yang harus dipelajari dan dipratikkan dalam membaca Al-Qur’an. Anda dapat mempelajarinya dari buku-buku tajwid yang ditulis oleh imam besar yang ada di Indonesia bahkan dunia, atau Anda dapat belajar secara langsung dengan guru ilmu tajwid. Di tulisan kali ini kita akan membahas secara ringkas salah satu bagian dari ilmu tajwid, yaitu hukum nun sukun dan tanwin.

Sebelumnya, kita harus memahami apa itu nun sukun dan tanwin. Nun sukun sesuai dengan namanya adalah huruf nun yang berharokat sukun (نْ ). Sedangkan tanwin secara simpel adalah harokat yang double dan jenisnya ada tiga, yaitu fathatain, dhammatain, dan kasratain.

Hukum nun sukun dan tanwin ada 5, yaitu:

  1. Izhar Halqi, adalah ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu dari 6 huruf izhar halqi, yaitu ء ه ح ع غ خ

Cara membacanya adalah dengan jelas ketika huruf itu bertemu, contohnya dalam kalimat: سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

  • Idham bighunnah, adalah ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu dari 4 huruf idgham bighunnah, yaitu ي ن م و

Cara membacanya adalah dengan meniadakan nun sukun atau tanwin dan men-tasydid-kan salah satu dari huruf idham bighunnah tersebut, serta membaca dengan suara dengung. Contohnya: أَنْيَتَمَاسَّا

Khusus untuk nun sukun atau tanwin yang bertemu huruf idgham bighunnah, ada saat ketika huruf itu dibaca tidak dengung yaitu apabila bertemunya didalam satu perkataan (kalimat) maka tidak dibaca dengung, melainkan harus dibaca secara jelas. Ini disebut dengan izhar wajib. Contoh kalimatnya adalah  االدُّنْيَ, بُنْيَانٌ, صِنْوَانٌ, dan قِنْوَانٌ

  • Idgham bilaghunnah, adalah ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu dari 2 huruf idgham bilaghunnah, yaitu  ل dan ر 

Cara membacanya adalah dengan meniadakan nun sukun atau tanwin dan men-tasydid-kan salah satu dari huruf idham bilaghunnah tersebut. Berbeda dengan hukum sebelumnya, idgham bilaghunnah tidak dibaca dengan suara dengung. Contohnya: شَيْطَانٍرَجِيْمٍ

  • Iqlab, adalah ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ba’ (ب)

Cara membacanya adalah dengan mengubah nun sukun atau tanwin tersebut menjadi mim sukun, contohnnya: مِنْ بَعْدٍ

  • Ikhfa’ haqiqi, ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu dari huruf ikhfa’ haqiqi. Huruf ikhfa’ haqiqi adalah semua huruf hijaiyah yang belum disebutkan dalam hukum nun sukun dan tanwin ini, yaitu ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك

Cara membacanya adalah dengan suara samar-samar, contohnya: مِنْ شَرِّ

Itulah 5 hukum nun sukun dan tanwin. For Your Information sobat, ada yang mengelompokkan hukum nun sukun dan tanwin ini ke dalam 4 jenis, karena idgham bighunnah dan idgham bilaghunnah dijadikan dalam satu kategori, tetapi secara isi tetap sama. Apa yang disampaikan dalam tulisan ini merujuk pada buku tajwid karangan K.H. Imam Zarkasyi.

Sekian tulisan tentang hukum nun sukun dan tanwin ini. Apabila terdapat pertanyaan ataupun klarifikasi bisa disampaikan di kolom komentar ya, biar kita bisa sama-sama belajar :).

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai